Industri Gim Indonesia Diproyeksikan Sumbang Rp59 Triliun pada 2030, tapi Harga Chip Jadi Ganjalan

adminhaluan
2 Min Read
Ilustrasi bermain gim di PC.

HALUAN.CO – Industri gim Indonesia diproyeksikan dapat menyumbang hingga 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp59 triliun pada 2030 dengan potensi menyerap 476.600 tenaga kerja. Proyeksi tersebut berasal dari laporan Tencent bersama Access Partnership. Namun, kenaikan harga chip dan memori mulai menjadi tantangan.

Kondisi Industri Saat Ini

Menurut laporan itu, pada 2025 pendapatan total industri gim Indonesia sekitar 1,3 miliar dolar AS atau Rp23 triliun dan menyerap 257.400 pekerja, dengan kontribusi 0,12 persen terhadap produk domestik bruto. Rinciannya:

  • Perangkat keras dan periferal: 47 persen.
  • eSports: 24 persen.
  • Ritel: 22 persen.
  • Pengembangan dan perilisan gim: 7 persen.

Posisi di ASEAN

Indonesia termasuk lima kontributor terbesar industri gim di ASEAN bersama Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Porsi Indonesia sekitar 21 persen, setara Thailand, di bawah Malaysia (31 persen) dan Singapura (16 persen), serta di atas Filipina (12 persen). Untuk ASEAN, proyeksi 2030 mencapai sekitar 14,2 miliar dolar AS dan 1,16 juta lapangan kerja.

Berita Lainnya  5 Game Buatan Indonesia yang Gagal

Tiga Rekomendasi Laporan

  1. Memperluas akses pembiayaan bagi studio lokal, misalnya hibah prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan.
  2. Menyederhanakan pendaftaran, penilaian, dan pembiayaan kekayaan intelektual (IP) lokal.
  3. Memperkuat pengembangan talenta dan ekspansi internasional melalui kurikulum khusus, penempatan kerja, dan penjajakan bisnis global.

Harga Chip dan RAM Jadi Tantangan

Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing, menyebut kenaikan harga chip dan RAM selama dua tahun terakhir memengaruhi pengembangan gim. Pemerintah berencana merevisi Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang percepatan industri gim agar insentif investasi bagi investor dan studio lokal lebih rinci.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga menjalin kerja sama dengan Tencent untuk mendukung teknologi gim lokal, dengan komitmen pada komputasi awan, keamanan siber, dan kecerdasan buatan.

Berita Lainnya  5 Rekomendasi Game Terburuk dalam Sejarah
Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *