HALUAN.CO – Setiap musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap menyisakan kabut asap yang mengganggu kesehatan. Partikel halus di udara dapat memicu iritasi mata, batuk, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berikut tujuh langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga.
1. Pantau Kualitas Udara
Cek indeks standar pencemar udara (ISPU) atau informasi kualitas udara dari sumber resmi di wilayah Anda sebelum beraktivitas di luar ruangan.
2. Pakai Masker yang Tepat
Masker kain biasa kurang efektif menyaring partikel halus. Gunakan masker jenis N95, KN95, atau FFP2 yang menempel rapat di wajah tanpa celah.
3. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Saat asap pekat, tunda olahraga dan kegiatan fisik berat di luar rumah. Jika terpaksa keluar, batasi durasinya.
4. Jaga Udara di Dalam Rumah
Tutup jendela dan ventilasi saat asap tebal. Bila memungkinkan, gunakan pembersih udara berfilter HEPA di ruang yang paling sering ditempati.
5. Perhatikan Kelompok Rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma, penyakit jantung, atau penyakit paru lebih rentan terdampak. Pastikan obat rutin tersedia dan kondisi mereka dipantau.
6. Cukupi Cairan dan Istirahat
Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan tenggorokan. Istirahat yang cukup juga membantu daya tahan tubuh.
7. Jangan Menambah Sumber Asap
Hindari membakar sampah, lahan, atau sisa tanaman. Asap tambahan memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila muncul sesak napas, nyeri dada, batuk yang tidak kunjung reda, atau mata dan tenggorokan yang sangat perih. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran tenaga medis.
Pemerintah sendiri terus menindak perusahaan yang terkait karhutla. Pada pekan ini, Kementerian Kehutanan menyebut 32 perusahaan dikenai sanksi di tujuh provinsi, sementara masyarakat tetap perlu waspada selama musim kemarau.
