Kenapa Harga HP dan Laptop Terus Naik? Biang Keroknya Krisis RAM akibat Ledakan AI

adminhaluan
3 Min Read
Ilustrasi laptop.

HALUAN.CO – Jika harga HP dan laptop terasa makin mahal, penyebabnya bukan hanya inflasi. Industri teknologi sedang menghadapi krisis memori: pasokan RAM dan penyimpanan ketat karena permintaan besar dari pusat data kecerdasan buatan (AI). Dampaknya merembet ke perangkat yang kita pakai sehari-hari.

Kenapa RAM Jadi Rebutan?

Pusat data AI membutuhkan chip memori dalam jumlah besar, termasuk memori berkecepatan tinggi. Kapasitas pabrik yang terbatas membuat produsen memori mengalihkan produksi ke kebutuhan tersebut, sehingga pasokan untuk smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lain ikut terdesak.

Lembaga riset IDC memperkirakan biaya DRAM dan NAND naik lebih dari 300 persen secara tahunan. Pada smartphone kelas bawah, biaya memori kini bisa menyumbang lebih dari 65 persen dari biaya komponen.

Dampaknya ke Harga dan Spesifikasi

  • Harga jual rata-rata smartphone global pada 2026 diperkirakan naik 27,6 persen menjadi sekitar 581 dolar AS (sekitar Rp9,6 juta), menurut IDC.
  • Produsen dapat menurunkan kapasitas RAM dan penyimpanan untuk menahan harga. IDC memperingatkan model 12 GB/256 GB bisa digantikan 8 GB/128 GB pada harga serupa.
  • Pengiriman smartphone di bawah 100 dolar AS anjlok hampir 60 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, sehingga produsen Android mulai mengurangi model murah.
  • Beberapa produsen disebut menaikkan harga produk baru, termasuk sejumlah iPhone di Inggris yang naik hingga 100 poundsterling.
Berita Lainnya  Ngobrol dengan Diri Sendiri di Masa Depan? Peneliti Gunakan AI untuk Wujudkan!

Kapan Membaik?

Belum dalam waktu dekat. CEO SK Hynix memperingatkan 2027 berpotensi menjadi tahun terberat dari sisi kapasitas pasokan, dan sejumlah pelaku industri belum memperkirakan kondisi kembali normal sebelum 2028.

Tips Membeli HP atau Laptop di Tengah Krisis RAM

  • Cek spesifikasi, bukan hanya nama seri. Model terbaru bisa saja membawa RAM atau penyimpanan lebih kecil dari pendahulunya.
  • Tentukan kebutuhan nyata. Untuk penggunaan harian, kapasitas menengah sering sudah cukup, sehingga tidak perlu membayar mahal untuk spesifikasi tertinggi.
  • Pertimbangkan perangkat generasi sebelumnya yang masih dijual resmi dengan garansi.
  • Rawat perangkat lama agar bisa dipakai lebih lama, misalnya dengan membersihkan penyimpanan dan menjaga baterai.
  • Bandingkan harga di beberapa toko resmi sebelum membeli.
Berita Lainnya  Mantan Bos Google Ungkap Kekhawatiran: ChatGPT Kalahkan AI Google!

Selama pasokan memori belum longgar, konsumen perlu lebih jeli menimbang antara kebutuhan, spesifikasi, dan harga.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *